Bullying.
Mendengar satu kata itu, pasti yang terlintas di kepala kita adalah seorang anak yang dijauhi, dikerjai, dan menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Ya, setidaknya bullying tidak jauh-jauh amat dari persepsi itu.
Apa sebenarnya bullying itu? Bullying adalah ketika sekelompok anak yang menekan seorang anak baik secara psikologis maupun dengan kekerasan fisik. Lalu apa masalahnya? Masalahnya terletak pada dampak yang ditimbulkan. Bullying itu berdampak pada psikologis anak yang di bully.
Anak-anak yang suka membully itu... mereka nggak tahu. Mereka nggak tahu rasanya kalau mereka yang dibully. Rasanya nggak enak banget. Tertekan, depresi, frustasi, kesepian. You know, girls? Bullying yang kalian (mungkin) lakukan, bisa menyebabkan perasaan dan psikis seseorang terluka.
Mereka yang psikisnya terluka dan kepribadiannya lemah, bisa mencoba bunuh diri. Kalian tahu kan artinya? Hanya karena kalian ingin membuktikan diri, kalian sudah menghancurkan hidup seseorang.
Aku pernah menonton sebuah drama, yang tokoh utama wanitanya adalah seorang anti-sosial (orang yang ketakutan bila bertemu orang lain dan selalu mengunci diri di apartemennya) karena dulunya dia adalah korban bullying yang parah dari teman-temannya.
Lalu kenapa orang-orang membully orang lain?
Kalian yang (mungkin) pernah membully orang akan menjawab, karena dia sok, sombong, gak cocok ma gaya kita, dan bla bla bla
Yah... itu sih cuma alasan kalian. Jawaban dari pertanyaan itu sangat sederhana. Kalian itu iri padanya. Hanya karena ia lebih cantik, lebih pintar, lebih kaya dan lebih yang lainnya daripada kalian, kalian nggak seharusnya mem-bully dia.

dan rasa takut ada di sekitar orang pernah aku rasain kok :( rasanya kayak ada yg ngomong2in gtu padahal ga ada. jadi negative thinking gtu :(
BalasHapusplease, stop bullying